Langsung ke konten utama

Mengatasi Kecemasan Diri

Ketidaktauan terhadap suatu perkara menimbulkan kecemasan dan mengurangi kepercayaan diri (Pede). Sudah wajar secara harfiah, mana ada manusia yang begitu gagah beraninya ditengah hutan yang kegelapanya tidak menampakkan cahaya sedikitpun, bahkan anggota tubuh tak keliatan. Tidak salah dengan kecemasan, kembali ke awal, kecemasan yg jadi masalah ialah yg tidak dapat dikontrol dengan baik sehingga imun tubuh merespon secara negatif. Efeknya, panas dingin, gagal fokus, sulit berkonsentrasi, hingga berefek terhadap cita-cita masa depan yg sudah dirancang. Seakan, semua rancana masa depan turut menjadi gelap ditelan kegelapan (Baca: kecemasan) yg berlebih dan out of control.

Tidak dapat dinafikan cara penangan kecemasan oleh setiap orang berbeda, kembali pada pola hidup sebelumnya. Pernah dijumpai rasa cemas ini sebelumnya kan ? Entah itu cemas yang sangat luar biasa atau cemas yg biasa saja. Cemas yg biasa saja mengindikasikan kemampuan diri untuk mengontrol kecemasan, ingat kembali pada waktu itu "apa yg Anda perbuat serta bagaimana Anda mengkondisikan hati, pikiran, dan tubuh?".

Kecemasan bagian dari hidup yg dapat ditangani apabila diri ini mampu untuk mengingat kejadian kecemasan yg serupa. Tidak perlu letih menghadapinya, apapun yg terjadi besok, itulah takdir yg telah dituliskanNya untuk kita. Sebagaimanusia, hidup bukan seberapa cepat, tapi bagaimana Anda menjalani prosesnya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rewrite = Rekonstruksi Pikiran

Hujan turun dekat rumah, merenung dengan pasrah, mengapa cara diri berpikir tidak berubah dan terarah. Saya coba yakinkan diri bahwa itu adalah ilusi, godaan setan untuk mengecilkan diri. Saya rasa-rasa lagi, itu bukan sekedar was-was maupun ilusi sesaat ketika melihat diri tidak begitu kritis terhadap segala situasi. Ketika terjadinya agresi AS+Israel Vs Iran, diri ini memilih diam, tidak memihak salah satu atau mencenderungkan diri ke salah satu. Ketika terjadinya bencana yang melanda wilayah Sumatera, diri ini juga tidak memberikan kritik ataupun analisis tajam terhadap kejadian tersebut. Sehingga, diri ini seperti apatis terhadap kejadian diluar kemampuan untuk membantu dan menanganinya. Termasuk melakukan analitis terstruktur terhadap beragam problematika yang melanda dalam maupun luar negeri.  Menulis merupakan cara bagi saya untuk memulai kembali dan menajamkan lagi cara berpikir dan apa yang kita pikir. Melalui apa yang kita pikirkan, kita membatasi bahasan dan tema-tema ya...

Kematian adalah Kehilangan yang Menyadarkan

 Kemarin malam, saat menunggu iqamah sholat isya, imam yang biasa pimpin sholat tiba-tiba maju ke shaf depan. Saya kira imam tersebut akan memberlangsungkan iqamah, namun justru mengumumkan sesuatu. Pengumuman bahwasanya tetangga kami, RW, meninggal dunia secara mendadak. Saya pun tertegun mendengar pengumuman tersebut, mendengar bahwa tetangga kami yang terlihat sehat, kemudian tiba-tiba sakit dan terjatuh. Sempat dibawa ke Rumah Sakit, Qadarullah, meninggal dunia. Saya pun menghela nafas, kenapa begitu cepatnya tetangga kami dipanggil Allah. Hal ini pun dirasakan oleh imam yang memimpin sholat, terisak tangis yang terdengar dalam lantunan ayat yg begitu berat terucap.  Hari ini, tetangga sekaligus keluarga kami di kuburkan. Karena tuntutan pekerjaan, saya hanya sempat takziah sebentar tanpa bisa ikut melakukan pemulasaraan jenazah maupun ikut mensholatkan. Namun, rasanya begitu berat, tetangga kami, yang biasa ikut sholat berjamaah, sekarang sudah tiada. Mungkin inilah yang ...

Memahami Bisnis Dengan Baik #2

 Kemarin malam saya mulai menulis tentang  Memahami Bisnis Dengan Baik  yang berujung pada kesimpulan bahwa "Bisnis tidak pernah lepas dari manusia serta cara pandangnya terhadap barang/jasa". Malam ini pernyataan saya tersebut terbukti dari seorang pebisnis yang bercerita tentang pengalaman bangun jatuhnya mengawali bisnis. Cerita pebisnis tersebut dapat Anda simak pada  Link ini  yang punya Kampoeng Timoer. Pebisnis tersebut yang juga dikenal dengan produknya "Crab" suatu cemilan yang berbahan baku kepiting. Awal Filsa berbisnis yaitu membuka warung "Ayam Kalasan". Warung khas Jawa yang menjual banyak makanan manis. Warung tersebut terletak dipinggir jalan raya, namun warung tersebut tidak bertahan lama hingga akhirnya tutup.  Singkat cerita, Filsa punya modal Rp. 100.000 hasil dari menggadai cincin pernikahan untuk membelikan kebutuhan-kebutuhan mendesak, seperti beras, susu, dan lainya. Modal tersebut dipikir dengan keras oleh Filsa agar dapat bertahan...