Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Bahas Dikit Tentang Intuisi

Malam ini saya berusaha ngomong gak jelas. Pernah tidak antum sekalian menuliskan sesuatu tanpa ide dasar ? Sesuatu yang datang dari alam bawah sadar, keluar melalui ujung-ujung jari yang menekan satu persatu tombol keyboard . Sesuatu yang terjadi tanpa proses berpikir, apakah itu salah ? Apakah setiap tindakan berdasar proses berpikir ? Sampai sini, saya pikir tidak selalu begitu. Tindakan bisa saja didasari oleh gerak reflek yang datang dari jalur khusus pikiran. Bisa jadi jugak, sesuatu yang ada di alam bawah sadar suatu struktur yang tidak terjamah oleh olah pikir manusia. Saya menyadari banyak hal yang datang begitu saja, seringkali hal itu terjadi ketika menghadapi suatu persoalan. Orang ada yang menyebutnya sebagai intuisi, ilham, huduri, 'ilm laduni, dan semacamnya. Kejadian tersebut tidak dapat dibuktikan melalui proses berpikir karena hadirnya sendiri tanpa melalui jalan berpikir. Maka frekuensi nya sangat tidak relevan, akan tetapi dapat dibuktikan melalui jalan intersub...

Memahami Bisnis Dengan Baik #2

 Kemarin malam saya mulai menulis tentang  Memahami Bisnis Dengan Baik  yang berujung pada kesimpulan bahwa "Bisnis tidak pernah lepas dari manusia serta cara pandangnya terhadap barang/jasa". Malam ini pernyataan saya tersebut terbukti dari seorang pebisnis yang bercerita tentang pengalaman bangun jatuhnya mengawali bisnis. Cerita pebisnis tersebut dapat Anda simak pada  Link ini  yang punya Kampoeng Timoer. Pebisnis tersebut yang juga dikenal dengan produknya "Crab" suatu cemilan yang berbahan baku kepiting. Awal Filsa berbisnis yaitu membuka warung "Ayam Kalasan". Warung khas Jawa yang menjual banyak makanan manis. Warung tersebut terletak dipinggir jalan raya, namun warung tersebut tidak bertahan lama hingga akhirnya tutup.  Singkat cerita, Filsa punya modal Rp. 100.000 hasil dari menggadai cincin pernikahan untuk membelikan kebutuhan-kebutuhan mendesak, seperti beras, susu, dan lainya. Modal tersebut dipikir dengan keras oleh Filsa agar dapat bertahan...

Memahami Bisnis Dengan Baik

Sampai pada titik melakukan pergeseran cara hidup dan cara pandang untuk mewujudkan ibadah terpanjang dalam hidup. Sejauh ini bergelut dengan pendidikan beserta lika likunya, walau disana sini masih perlu ada pembenahan kapasitas diri. Overall, waktu bertahun-tahun dihabiskan dalam dunia pendidikan yang tegas bukan tujuan untuk mengumpulkan harta melainkan pengabdian semata. Setelah menyelesaikan sidang tesis Magister Pendidikan disuatu instansi Negeri Islam, dihimpit wabah covid-19 yang belum tau kabar kepergiannya mendorong dengan kuat untuk dapat survive secara finansial. Survive secara finansial dalam artian dapat memenuhi kebutuhan diri hingga satu tahun kedepan, ditambah desakan untuk mandiri secara finansial sebagai role model  calon suami yang baik menambah girah untuk menggeser bidang ke bisnis atau wirausaha? Selepas sidang, hampir menganggap waktunya untuk fokus ke bidang lain apakah bisnis atau wirausaha ? Apakah 2 konsonan kata tersebut sama atau berlainan, atau malah...

Seringkali Administrasi Bikin Ribet ?

 Tidak sedikit orang terhambat lantaran suatu administrasi. Semenjak sikap dan tingkah dibatasi melalui adanya suatu bukti, orang-orang semakin mengetatkan. Mengetatkan yang penulis sebut "administrasi'. Administrasi diserap dari kata "Administration" yang berakar dari kata "Ad" dan "Ministrare" yang berart Ad (Intensif) sedangkan Ministrare (Melayani, Membantu, Memenuhi) dimaknai menjadi Suatu pelayanan intensif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam suatu konteks.  Melalui serapan kata tersebut, menunjukkan bahwa administrasi merupakan suatu pelayanan pemenuhan kebutuhan atau penyelesaian suatu perkara. Paradigma yang berkembang terkait administrasi merupakan suatu yang rumit, jlemit, lika liku dan reweuh. Orang-orang yang beranggapan seperti itu bukan hayalan, melainkan berdasarkan pengalaman nyata yang dilaluinya sendiri dalam menunaikan suatu perkara. Apabila suatu layanan intensif hadir untuk menunaikan hajat seseorang, bukankah hal terse...

Membahagiakan Sebelum Kehilangan

Proses menjalani hidup yang diketahui dengan jelas (entah sadar atau tidak) dengan Ending "Kematian". Meski waktu, tempat, kejadian, tidak diketahui namun kepastianya dapat dibuktikan. Tidak ada manusia sejauh ini yang hidup didunia ini dapat melawan kematian, semua manusia yang hidup artinya akan mati. Manusia tidak terpisahkan dari kematian, bagaimanapun kepentingan dan jabatan yang diembanya saat ini. Tidak sedikit yang menyarankan sebaliknya, memilih untuk bersikap menyiapkan bekal menghadapi hari setelah kematian yang biasa disebut dengan Yaumil Akhir. Pandangan terhadap kematian tidak hanya bagi diri sendiri, sesekali terlintas dibenak bagaimana jika yang meninggal itu adalah orang yang dianggap berharga didunia ini; Keluarga misalnya. Hal itu dapat dipastikan sulit untuk dibayangkan. Dapat dipastikan setiap keluarga menemui kematian, namun sulit membayangkan atau mungkin lebih cenderung menghindari kesiapan kehilangan orang yang berharga?  Sulit untuk dibayangkan ketik...

Mengatasi Kecemasan Diri

Ketidaktauan terhadap suatu perkara menimbulkan kecemasan dan mengurangi kepercayaan diri (Pede). Sudah wajar secara harfiah, mana ada manusia yang begitu gagah beraninya ditengah hutan yang kegelapanya tidak menampakkan cahaya sedikitpun, bahkan anggota tubuh tak keliatan. Tidak salah dengan kecemasan, kembali ke awal, kecemasan yg jadi masalah ialah yg tidak dapat dikontrol dengan baik sehingga imun tubuh merespon secara negatif. Efeknya, panas dingin, gagal fokus, sulit berkonsentrasi, hingga berefek terhadap cita-cita masa depan yg sudah dirancang. Seakan, semua rancana masa depan turut menjadi gelap ditelan kegelapan (Baca: kecemasan) yg berlebih dan out of control. Tidak dapat dinafikan cara penangan kecemasan oleh setiap orang berbeda, kembali pada pola hidup sebelumnya. Pernah dijumpai rasa cemas ini sebelumnya kan ? Entah itu cemas yang sangat luar biasa atau cemas yg biasa saja. Cemas yg biasa saja mengindikasikan kemampuan diri untuk mengontrol kecemasan, ingat kembali pad...

Nikmatnya menjadi Kupu-Kupu Malam

Terasa berada diujung akhir perjalanan perkuliahan yang hampir 2 tahun saya jalani. Berkutat dengan wawasan, gagasan di Universitas Islam Negeri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merupakan suatu pengalman yang unik. Begitu beda dengan suasana yang yang saya jalani ketika menempuh gelar akademik S-2 di UIN Antasari Banjarmasin. Rasanya, bertemu banyak orang dari latar belakang yang berbeda untuk pertama kali begitu mengejutkan. Hmm.. Mungkin namanya Culture Shock. Menyadari berada didalam satu ruangan heterogen membuat diri ini cukup kewalahan menyesuaikan diri, hendaknya hanya menjadi Kupu2 (Kuliah-Pulang) saja selama berkuliah. Namun ternyata memang tidak cukup untuk memenuhi niat awal pergi merantau ke pulau seberang (Kalsel > Yogyakarta) hanya dengan menjadi mahasiswa Kupu2, ternyata harus lebih dari itu yaitu menjadi Kupu2 Malam. Pergi pagi (dari Klaten, Jawa Tengah) ke kampus tiba sekitar pukul 7.30 WIB. Menuntaskan sesi belajar hingga sore -biasanya- jam 16:00 pulang (dari Jog...