Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Ada Harapan Survive masa Pandemi

Masa pandemi menimbulkan banyak dampak, baik positif maupun negatif. Banyak sektor yg terdampak, banyak sektor juga yang grown up. Pandemi yg dilihat sebelah mata akan membutakan bagian lainnya. Siang tadi awak tengok Podcast dari Bang Dedy dapat diliat pada link https://youtu.be/cRZOXKkn8gw . Merefleksikan banyak hal ditinjau dari sudut pandang Narasumber Aakar Abyasa (Advisor Finance). Saya utarakan saja karena cukup lelah bertele disiang yg cukup gerah, bahwa sektor Kesehatan dan Sosio Ekonomi sebagai 2 hal penting yang harus segera ditangani. Banyak jugak yg sudah menyatakan demikian, namun bagian penting pembahasan yaitu tentang "bergerak" di pandemi. Entah terdampak hingga dasar atau mungkin lebih parah. Menurut Aakar kita harus menangis dulu terhadap kondisi yg ada (to Acceptance) setelah itu harus berubah dan bergerak. Bergerak membutuhkam kemampuan, sangat ditekankan untuk menguasai computation skill atau kemampuan berpikir ilmiah. Start with that skill dan jadi...

You'r my priority

Saya mengira bahwa semua hal penting perlu mendapat tempat atau suatu hal akan penting pada waktunya. Pada beberapa kondisi, tidak semua yg dianggap penting akan berguna, hanya sebagian kecil saja dari hal yg dianggap penting akan berguna pd waktunya. Misal, pergilah kita ke pantai, mengumpulkan kerang, keong, hingga batu karang. Semua dianggap penting dan berguna, tiba kembali dirumah, hanya kerang dan keong yg dapat digunakan segera. Sedangkan batu karang tiadalah dapat berguna segera, hingga pada suatu kejadiam dapat digunakan (read: difungsikan), seperti penjanggal pintu. Kebiasaan menganggap semua penting, berharga, harus diprioritaskan alangkah baiknya dipertimbangkan kembali sbg manusia educandum. Semua hal yg datang mendekat membutuhkan suatu sikap, sayangnya, sebagaimanusia sangat tidak mungkin untuk mengambil sikap semuanya berharga. Sikap seperti itu akan merugikan diri sendiri, terutama, terkurasnya waktu, tenaga, hingga pikiran untuk mengurusi sesuatu yg sebetulnya tidak...

Teguhkan Hati dalam Memilih

Setiap manusia yang hidup akan senantiasa dihadapkan pada banyak pilihan. Pilihan memang menentukan jalan tapi tidak memberi kepastian. Sesuatu yang kita pilih tidak asal-asalan, melainkan gambaran dari kapasitas diri kita. Ketika kita diminta memilih antara makan nasi padang atau bikin nasi sop ditengah hujan yang mengguyur dari pagi hingga siang, maka ada proses kognisi yang menyertai. Seperti, dari pagi hingga siang ini hujan terus nieh, kondisi kayak gini lebih cocok bikin nasi sop deh karena efeknya dapat menghangatkan tubuh. Pada urusan makan tersebut, kita melakukan pilihan yang menentukan. Pilihan yang memerlukan proses kognisi. Proses kognisi terjadi ketika mempertimbangkan antar pilihan, sedangkan yang membuat keputusan adalah keteguhan hati. Keteguhan hati untuk siap menerima segala konsekuensi atas pilihan yang kita ambil. Konsekuensi yang harus diterima karena memilih nasi sop seperti keruwetan bahan dan waktu pembuatan yang cenderung lebih lama. Ketika kita siap d...

Penelitian Historis; Studi Biografi

Suatu penelitian akan berjalan dengan baik hanya melalui kaidah-kaidah yang baik. Namun, tidak semua penelitian yang baik berjalan menyenangkan. Peneliti berhak memilih suatu penelitian, ingat, hak peneliti juga agar mendapatkan kesenangan saat proses penelitian berlangsung. Maka, penting memilih penelitian yang tepat agar proses penelitian berjalan baik, sesuai kaidah, lancar, dan menyenangkan. Saya baru menyadari, setelah membaca biografi seorang teman PII (Inisialnya AKN) ada insight  serta proses kognisi yang baik tentang penelitian biografi. Penelitian biografi idealnya mengkaji tokoh berpengaruh, baik hidup maupun yang sudah meninggal. Namun, saya berpendapat lebih luas bahwa aplikasi kaidah penelitian biografi dapat diterapkan kepada orang yang kita kenal -lebih²- kepada orang yang dekat dengan kita. Penggunaan kaidah penelitian biografi berarti melakukan tracing  terhadap kehidupan orang yang kita kaji. Baik kehidupan setahun yang lalu, 3 tahun yang lalu, atau leb...