Postingan

Fast Rescue; SAR

Gambar
Manusia rakus itu mungkin aku, Bukan harta yang menjadi orientasi, tapi bagian dari hati. Hati yang memiliki keluasan yang sangat luar biasa,  Yang memenuhi dadaku adalah hasrat untuk menyaksikan sebuah cita terwujud, cita yang terlalu besar untuk dipikul satu orang. Bukan karena hawa nafsu yang menggelora, Melainkan ada satu cita yang membutuhkan banyak support untuk mencapainya. Saat ini aku mencoba untuk mencapai cita dengan berdua, namun sungguh terasa beratnya. Jika ada yang mengisi posisi pendukung lain, dalam imaji akan mudah terasa. Meski ada beberapa hal yang mungkin serupa, tapi ada jalan yang terbuka. Ada hal yang tidak bisa kita isi sendiri, ada hal yang hanya bisa ditoreh oleh orang lain. Hal-hal tersebut lah yang mungkin membuat ku rakus, rakus akan pencapaian tujuan yang sangat panjang dan begitu berdampak luasnya. Ku tegas lagi, bukan tentang nafsu yang menjadi pendorong utama, tapi umat butuh penolong secepatnya. Si penolong yang paling menyadari akan masalah yang ...

Eleven Me; Yang Tak Mudah Hilang

Gambar
 Kuterjatuh, kemudian semua gelap. Bangkit dengan penuh ketenangan, Menjauh rasanya dihampiri sunyi. Ada rupa yang lekang abadi, Bukan paras, maupun keelokan. Semua terikat diluar bayang, Tidak mudah untuk hilang. Gelap ini, apa kukejar cahaya, dengan bayang yg mengiringi. Atau ku berbalik, biar bayang yg mengejar ? Semua terlihat terlambat, tapi..  Bukan kah sesuatu ditakdirkan dengan waktu yg ditentukan ? Aku bersungguh-sungguh karena ini tidak mudah hilang. Aku berdoa lain...namun petunjuk datang secara jelas lahir dan batin. Tentu ada ruang keraguan, karena pengalaman pernah tidak menyenangkan. Usahakan, sebagaimana harap, Rabb yang mengaturkan. Bismillah, lillah.. 

It's Rain, but no more (Rain)Bow

 Hujan akhir-akhir seperti memutus gersang yang berkepanjangan. Terik matahari cukup mengusik aktivitas diluar rumah. Memang ini adalah bagian dari takdir Allah. Namun, mengingat kembali bahwa situasi ini merupakan akibat dari olah tangan manusia. Padahal, sepanas apapun cuaca, selagi ada tempat berteduh, maka panas akan menjadi sejuk. Sebagaimana kita berteduh di bawah pohon, kesejukan yang dirasa sangat luar biasa, meski terik berteriak lantangnya.  Kini, hujan turun silih berganti hari. Awan-awan tebal berarak kesana kemari. Namun, ada satu hal yang sering kupastikan namun tiada ia disamping hujan, yakni 🌈Pelangi (Rainbow).Pelangi yang biasa hadir mengiri titisan-titisan yang mengakhiri hujan, kini sudah jarang terlihat oleh mata yang sekarang berkacamata. Entah hujan itu pagi, entah hujan itu siang, entah hujan itu sore maupun malam. Pelangi kini tiada terlihat lagi, baik di tengah kota ku cari maupun di tepian sawah ku nanti. Padahal, sewaktu kecil, 15 tahun yg lalu. Huj...

Kematian adalah Kehilangan yang Menyadarkan

 Kemarin malam, saat menunggu iqamah sholat isya, imam yang biasa pimpin sholat tiba-tiba maju ke shaf depan. Saya kira imam tersebut akan memberlangsungkan iqamah, namun justru mengumumkan sesuatu. Pengumuman bahwasanya tetangga kami, RW, meninggal dunia secara mendadak. Saya pun tertegun mendengar pengumuman tersebut, mendengar bahwa tetangga kami yang terlihat sehat, kemudian tiba-tiba sakit dan terjatuh. Sempat dibawa ke Rumah Sakit, Qadarullah, meninggal dunia. Saya pun menghela nafas, kenapa begitu cepatnya tetangga kami dipanggil Allah. Hal ini pun dirasakan oleh imam yang memimpin sholat, terisak tangis yang terdengar dalam lantunan ayat yg begitu berat terucap.  Hari ini, tetangga sekaligus keluarga kami di kuburkan. Karena tuntutan pekerjaan, saya hanya sempat takziah sebentar tanpa bisa ikut melakukan pemulasaraan jenazah maupun ikut mensholatkan. Namun, rasanya begitu berat, tetangga kami, yang biasa ikut sholat berjamaah, sekarang sudah tiada. Mungkin inilah yang ...

Liburan Tapi Hati Berisik

 Lebaran tahun ini termasuk libur yang cukup panjang bagi kami. Kurleb 2 pekan kami mendapat kesempatan libur kerja. Waktu yang cukup untuk istirahat dari rutinitas yang luar biasa menguras tenaga, pikiran dan mental. Liburan ini menjadi rutinitas, bukan lagi momentum. Sebab, liburan merupakan rangkaian waktu yang berulang, bukan lagi waktu yg tercipta karena diperjuangkan. Liburan seringkali kembali ke satu tempat yang sama, berulang. Ketika waktu libur tiba, biasanya kita berkumpul dengan keluarga besar. Keluarga yang jauh maupun dekat, berkumpul pada satu atap yang dulu punya cerita panjang kehidupan. Hal ini menjadikan liburan sebagai rutinitas yang silih berganti waktu dan orang, namun dengan tempat yang tak berubah. Rutinitas liburan kali ini memunculkan pertanyaan, kemana hati ditata untuk meresapi liburan yang ada? Apakah tentang rumah? Atau tentang hidangan? Atau sekadar melepas rindu yang tak pernah sama lagi? Ketika waktu menunjukkan usia tiadalah lagi muda, berkumpul ad...

Rewrite = Rekonstruksi Pikiran

Gambar
Hujan turun dekat rumah, merenung dengan pasrah, mengapa cara diri berpikir tidak berubah dan terarah. Saya coba yakinkan diri bahwa itu adalah ilusi, godaan setan untuk mengecilkan diri. Saya rasa-rasa lagi, itu bukan sekedar was-was maupun ilusi sesaat ketika melihat diri tidak begitu kritis terhadap segala situasi. Ketika terjadinya agresi AS+Israel Vs Iran, diri ini memilih diam, tidak memihak salah satu atau mencenderungkan diri ke salah satu. Ketika terjadinya bencana yang melanda wilayah Sumatera, diri ini juga tidak memberikan kritik ataupun analisis tajam terhadap kejadian tersebut. Sehingga, diri ini seperti apatis terhadap kejadian diluar kemampuan untuk membantu dan menanganinya. Termasuk melakukan analitis terstruktur terhadap beragam problematika yang melanda dalam maupun luar negeri.  Menulis merupakan cara bagi saya untuk memulai kembali dan menajamkan lagi cara berpikir dan apa yang kita pikir. Melalui apa yang kita pikirkan, kita membatasi bahasan dan tema-tema ya...

Kemampuan Menulis Melemah dilapuki Waktu

Tulisan terakhir diterbitkan pada bulan Agustus 2021 yang lalu. Sekarang sudah memasuki bulan Oktober 2021. Lebih kurang jeda 2 bulan tidak menerbitkan tulian. Memang ada beberapa alasan yang dapat diutarakan sebagai sebab sulitnya untuk menerbitkan suatu tulisan. Namun, sebagai seorang penulis apapun alasan, seharusnya tidak menghambat untuk berkarya dalam bidang kepenulisan. Aktivitas baru yang dijalani menuntut untuk menulis sebagai latihan membangun struktur berpikir. Jika tidak, akan kesulitan dalam bekerja secara optimal ketika ada kewajiban untuk membuat suatu tulisan ilmiah. Seperti yang kalian ketahui juga, untuk membuat suatu tulisan membutuhkan bahan bakar, bahan bakarnya yaitu dengan membaca. Semakin banyak bacaan, semakin banyak pula bahan bakar untukmembuat suatu tulisan. Baik tulisan yang terfokus maupun tulisan umum. Mari kita coba munculkan sedikit demi sedikit kemampuan menulis dari sekarang. Ganbatte !!!