Langsung ke konten utama

Rewrite = Rekonstruksi Pikiran

Hujan turun dekat rumah, merenung dengan pasrah, mengapa cara diri berpikir tidak berubah dan terarah. Saya coba yakinkan diri bahwa itu adalah ilusi, godaan setan untuk mengecilkan diri. Saya rasa-rasa lagi, itu bukan sekedar was-was maupun ilusi sesaat ketika melihat diri tidak begitu kritis terhadap segala situasi. Ketika terjadinya agresi AS+Israel Vs Iran, diri ini memilih diam, tidak memihak salah satu atau mencenderungkan diri ke salah satu. Ketika terjadinya bencana yang melanda wilayah Sumatera, diri ini juga tidak memberikan kritik ataupun analisis tajam terhadap kejadian tersebut. Sehingga, diri ini seperti apatis terhadap kejadian diluar kemampuan untuk membantu dan menanganinya. Termasuk melakukan analitis terstruktur terhadap beragam problematika yang melanda dalam maupun luar negeri. 


Menulis merupakan cara bagi saya untuk memulai kembali dan menajamkan lagi cara berpikir dan apa yang kita pikir. Melalui apa yang kita pikirkan, kita membatasi bahasan dan tema-tema yang masuk dalam kemampuan. Adapun cara berpikir merupakan cara membedah tema-tema tersebut dengan satu atau lebih pendekatan. Ketika terjadinya perang yang saya sebutkan sebelumnya, saya bisa saja menggunakan sudut pandang integrate education untuk membedah bagaimana cara memberlangsungkan pendidikan ditengah perang yang berkecamuk. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan cara berpikir dan apa yang kita pikir bisa dilakukan sesuai dengan bidang keahlian. Rasanya sudah cukup dulu untuk pemantik rewrite ini dirangkum sederhana dan 'sengaja' terpotong.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memahami Bisnis Dengan Baik #2

 Kemarin malam saya mulai menulis tentang  Memahami Bisnis Dengan Baik  yang berujung pada kesimpulan bahwa "Bisnis tidak pernah lepas dari manusia serta cara pandangnya terhadap barang/jasa". Malam ini pernyataan saya tersebut terbukti dari seorang pebisnis yang bercerita tentang pengalaman bangun jatuhnya mengawali bisnis. Cerita pebisnis tersebut dapat Anda simak pada  Link ini  yang punya Kampoeng Timoer. Pebisnis tersebut yang juga dikenal dengan produknya "Crab" suatu cemilan yang berbahan baku kepiting. Awal Filsa berbisnis yaitu membuka warung "Ayam Kalasan". Warung khas Jawa yang menjual banyak makanan manis. Warung tersebut terletak dipinggir jalan raya, namun warung tersebut tidak bertahan lama hingga akhirnya tutup.  Singkat cerita, Filsa punya modal Rp. 100.000 hasil dari menggadai cincin pernikahan untuk membelikan kebutuhan-kebutuhan mendesak, seperti beras, susu, dan lainya. Modal tersebut dipikir dengan keras oleh Filsa agar dapat bertahan...

Bahas Dikit Tentang Intuisi

Malam ini saya berusaha ngomong gak jelas. Pernah tidak antum sekalian menuliskan sesuatu tanpa ide dasar ? Sesuatu yang datang dari alam bawah sadar, keluar melalui ujung-ujung jari yang menekan satu persatu tombol keyboard . Sesuatu yang terjadi tanpa proses berpikir, apakah itu salah ? Apakah setiap tindakan berdasar proses berpikir ? Sampai sini, saya pikir tidak selalu begitu. Tindakan bisa saja didasari oleh gerak reflek yang datang dari jalur khusus pikiran. Bisa jadi jugak, sesuatu yang ada di alam bawah sadar suatu struktur yang tidak terjamah oleh olah pikir manusia. Saya menyadari banyak hal yang datang begitu saja, seringkali hal itu terjadi ketika menghadapi suatu persoalan. Orang ada yang menyebutnya sebagai intuisi, ilham, huduri, 'ilm laduni, dan semacamnya. Kejadian tersebut tidak dapat dibuktikan melalui proses berpikir karena hadirnya sendiri tanpa melalui jalan berpikir. Maka frekuensi nya sangat tidak relevan, akan tetapi dapat dibuktikan melalui jalan intersub...