Fast Rescue; SAR

Manusia rakus itu mungkin aku,

Bukan harta yang menjadi orientasi, tapi bagian dari hati.

Hati yang memiliki keluasan yang sangat luar biasa, 

Yang memenuhi dadaku adalah hasrat untuk menyaksikan sebuah cita terwujud, cita yang terlalu besar untuk dipikul satu orang.

Bukan karena hawa nafsu yang menggelora,

Melainkan ada satu cita yang membutuhkan banyak support untuk mencapainya.

Saat ini aku mencoba untuk mencapai cita dengan berdua, namun sungguh terasa beratnya.

Jika ada yang mengisi posisi pendukung lain, dalam imaji akan mudah terasa.

Meski ada beberapa hal yang mungkin serupa, tapi ada jalan yang terbuka.

Ada hal yang tidak bisa kita isi sendiri, ada hal yang hanya bisa ditoreh oleh orang lain.

Hal-hal tersebut lah yang mungkin membuat ku rakus, rakus akan pencapaian tujuan yang sangat panjang dan begitu berdampak luasnya.

Ku tegas lagi, bukan tentang nafsu yang menjadi pendorong utama, tapi umat butuh penolong secepatnya. Si penolong yang paling menyadari akan masalah yang sedang menghinggapi umat. Jika ini dilamakan, takutnya semakin sulit untuk diselamatkan.

Meski, aku harus menorobos luar kebiasaan ummat, meski nanti dicibir atau mungkin direndahkan karena ummat tidak terbiasa. Sebab pernah ada kasus demikian, ummat bubar karena berseberangan kebiasaan. Tapi keyakinan ku untuk menolong mereka jauh lebih besar. Harusnya ku mulai untuk membiasakan ummat, bahwa bersama jauh lebih mudah dan mengasikkan dalam mencapai satu tujuan. Katanya...

"Sendiri, kita bisa melakukan begitu sedikit; bersama-sama, kita bisa melakukan banyak hal." — Helen Keller

Pada satu titik, aku merasa dalam imaji, SAR merupakan kelompok solid yang tidak tergoyahkan karena mereka saling mengisi satu sama lain baik kelebihan maupun kekurangan. Tim tersebut, SAR, merupakan fast rescue ummat yang berjalan beriringan menggapai satu cita. Bismillah, kita usahakan dengan tidak tergesa-gesa.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rewrite = Rekonstruksi Pikiran

Kematian adalah Kehilangan yang Menyadarkan

Memahami Bisnis Dengan Baik #2