Langsung ke konten utama

Keseruan Mobile Legend, 14 hari Rank Master ke Legend



Mobile Legend merupakan gim besutan Moonton yg rilis pada tanggal 24 September 2016, hingga sekarang sudah banyak update yg diberikan, terakhir update aplikasi pada tanggal 1 September 2020. Update terbaru menawarkan Hero baru yaitu Barats (Dino Rider), mode baru Mirror Mayhem dan Little Commander Magic Chess; Yuki.

Gim Mobile Legend yg sering disingkat dengan sebutan ML telah didownload lebih dari 100 Juta dari beragam Negara. Gim yg sangat banyak downloadernya itu menawarkan 6 fitur, yaitu: 1) Klasik Peta MOBA, pertandingan 5 Vs 5, 2) Menang Dengan Kerjasama Team dan Strategi, 3) Pertarungan Adi, 4) Kontrol sederhana, 5) 10 detik matchmaking, 10 menit pertandingan.

Gim ML menawarkan Hero dari berbagai ras yg terdiri atas Fighter, Assassin, Marksman, Tank, Mage, dan Support. Kadang, pada suatu Hero memiliki beragam ras seperti Balmond yg memiliki ras dasar Tank namun juga ras Fighter. Berdasar ras tersebut membuat penyesuaian Equitment sebagai perangkat pendukung pertarungan. Equitment pun terbagi atas beberapa bagian, ada Attack, Defense, Jungle, Movement, Mage, dan Roam. Setiap equitment atau item memberikan efek yg berbeda-beda tergantung kebutuhan pengguna Hero.

Umumnya, pilihan mode pertarungan yg ditawarkan ada 3, yaitu: Classic, Rank dan Browler. Classic merupakan pertarungan 5 Vs 5 tanpa konsekuensi graduasi Rank. Pemain yg kalah tidak turun Rank, maupun sebaliknya. Mode Classic membuat para pemain dapat mempergunakan Hero yg belum dibeli dari Shop Hero. Sehingga, kebebasan memilih Hero variatif sangat terbuka. Bahkan, seringkali ada rekom Free Hero yg dapat dipilih pada kurun periode tertentu.

Sedangkan Rank merupakan pertarungan 5 Vs 5 yg memiliki konsekuensi graduadi Ranking. Apabila menang maka naik Rank, sedangkan jika kalah maka Rank akan menurun. Rank dalam ML terbagi atas 5 kategori, yaitu: Elite, Master, Grandmaster, Epic, Legend dan Mytic. Penulis mencoba merasakan sensasi bermain gim ML untuk memahami apa yg dirasakan oleh para pemain ML serta apa saja yg dihadapi oleh para pemain selama bermain gim.


@Ranking Mobile Legend

Mode Rank merupakan mode favorit para pemain ML untuk meningkatkan status Ranknya saat ini. Penulis mulai menseriusi bermain ML semenjak tangga 07 September 2020. Waktu itu, penulis masih berada di Rank Master, Rank urutan 2 terbawah sebelum Elite.

Semenjak instal gim ML dengan Rank tersebut hingga tanggal 21 September 2020, penulis telah mencapai Rank Legend grade V. Butuh waktu 14 hari untuk mencapai Rank Legend, meski tidak terlalu intens dalam meningkatkan Ranking tapi dianggap cepat bagi para pemain lama ML.

Pada umumnya, setiap Rank harus mengisi 5 bintang untuk naik graduasi. Misal, Rank Epic dengan grade V harus memenangkan pertandingan agar mendapat bintang grade. Rank Epic grade V naik ke Epic grade IV butuh 5 bintang atau 5 kali pertarungan menang tanpa kalah satu kalipun. Hal itu membuat para pemain ML cukup kerepotan apabila kalah bertanding maka akan kehilangan bintang grade.


@Time Wasted

Semenjak memainkan gim ML dengan menjadikan fokus naik Ranking sebagai prioritas utama, maka waktu bermain banyak dihabiskan dalam mode Rank. Saya memilih Argus sebagai main Hero dalam menemani hari-hari push Rank.

Setiap kali bermain di Rank menggunakan Argus, umumnya menghabiskan waktu 10-28 menit per setiap kali Rank. Setiap Class Rank, rata-rata saya hanya kalah 3-7 kali, selebihnya menang hingga mampu naik cepat ke Class Rank selanjutnya.

Apabila saya mulai rank dari Master yg harus mendapatkan 5 bintang setiap gradenya, sedang ada grade V-I per Class nya, maka ada 25 grade bintang yang harus saya dapatkan. Ditambah kekalahan saya sekitar 5 kali, maka ada 30 pertandingan yang saya lakukan untuk naik Class dari Master ke GrandMaster.


Apabila setiap Classnya saya butuh 30 pertandingan,  maka setiap Class saya harus menghabiskan waktu kotor 450 menit (hitungan 15 menit/ pertandingan). Sedangkan Class yang saya tempuh dari Master ke Grandmaster, Grandmaster ke Epic, Epic ke Legend. Ada tiga Class yang harus saya lewati atau kisaran 450 menit X 3 Class = 1.350 menit.


Maka, selama 14 hari saya bermain ML menghabiskan waktu sekitar 1.350 Menit atau sekitar 22.5 jam. Waktu yang cukup banyak untuk naik Class dari Master ke Legend. Waktu tersebut saya habiskan biasanya pada pagi sekitar 2 jam dari jam 5.30 hingga 7.30 lalu beraktivitas pagi. Kemudian, secara terpisah saya habis kan sekitar 30 menit-1.5 jam pada malam bakda Isya sewaktu senggang, selama 14 hari secara tidak rutin.


@Environment

Bicara environment atau lingkungan, bicara konteks fokus bahasan. Umumnya, lingkungan bicara hal yang nampak, yaitu suatu gejala yang dapat di observasi dan dapat divalidasi kejadianya. Lingkungan ML yang dapat diobservasi yaitu kolom chat yang merupakan representasi lingkungan para pemain ML. Kolom chat tersebut mewujudkan keinginan, perintah, arahan, bahkan teguran.

Fitur yang diberikan sebenarnya bukan hanya kolom chat, ada yg lain seperti Micropone. Namun, penulis sengaja mematikan Mic agar tidak terganggu dalam push Rank. Fokus pengamatan penulis pada kolom chat pemain ML.

Kolom chat ML secara proporsional terbagi atas tiga bagian, bagian pertama perencanaan, bagian kedua prosesi pertarungan, dan ketiga evaluasi pertarungan. Pada bagian pertama terbagi atas dua kategori berdasarkan Class, kategori pertama terdiri atas Class Elite hingga Grandmaster, dan kategori kedua terdiri atas Class Epic hingga Mytich. Kategori pertama yaitu pemain dapat memilih Hero favoritnya sembari melihat pilihan hero favorit dari pemain lain. Maka, kolom chat pada kategori pertama berfungsi untuk koordinasi keseimbangan pilihan hero favorit antar tim. Adapun kategori kedua, gim master memberikan fitur tambahan yaitu Ban Hero berjumlah masing-masing 3 Hero Banned pertim. Artinya, ada 6 hero yang dapat di Ban oleh kedua tim. Hero yg kena Ban tidak dapat dipilih dan digunakan oleh kedua tim selama pertarungan hingga pertarungan berakhir.

Berdasar kategori tersebut, kolom chat cenderung berfungsi sebagai koordinasi antar tim dalam melakukan Banned terhadap Hero yg cenderung berbahaya jika ada dalam pertarungan. Selain itu, fungsinya jugak sama sebagai koordinasi keseimbangan Hero tim.

Bagian ketiga yaitu kolom chat evaluasi. Kolom chat tersebut memberikan dua fitur, pertama, fitur untuk Like semua dan fitur apreciate; permainan yang hebat! Selain itu, pemain dapat menuliskan hal-hal yang diinginkan maupun di perlukan pada bagian akhir kolom tersebut.


Ada beberapa hal yang penulis pikir cukup menarik untuk direnungkan, sebagai berikut.

@Culture Positivily-Negatifly

Ketika bermain Rank dengan komposisi tim yang pas, yaitu ada Fighter, Mage, Tank, MM, dan Support membuat kepercayaan diri tim meningkat. Paradigma yg terbangun bahwa melalui komposisi tim yg pas akan membuat pertarungan lebih unggul dan kemenagan lebih mudah di raih. Meski, tantangan selanjutnya yaitu memainkan peran masing-masing ras dalam pertarungan serta memilih lawan yg cocok.

Namun, kenyataan di lapangan sedikit sekali penulis temui komposisi tim yg pas tersebut. Hal tersebut disebabkan diantaranya para pemain yg tidak begitu pandai memainkan ragam ras, kecenderungan ingin memainkan Hero tertentu saja, cenderung memilih pertimbangan pribadi hero yg cocok dengan tim, dan kebingungan dalam menentukan Hero yg cocok. Sebab-sebab tersebut yang berkemungkinan membuat komposisi tim sulit untuk seimbang.

Bagi tim yg seimbang serta memainkan peranya masing-masing selama pertarungan cukup supoorting satu sama lain. Namun, ketika timnya pas tapi tidak memainkan peranya masing-masing cenderung melakukan perendahan/hinaan dengan ucapan binatang. Ucapan binatang tersebut seperti anjing, asu, atau umpatan seperti tolol.

 

@Undistracting

Pemain ML ketika bermain Rank siap dengan konsekuensi Up Ranking atai Down Ranking. Up Rank jika lemain tersebut menang, Down Rank jika pemain itu kalah. Sedang no Rank ketika ada pemain AFK di awal 3 menit pertama pertandingan dan menyatakan pengakuan kekalahan, maka sistem menkategorisasi hal tersebut sebagai pertandingan Invalid (tidak sah).

Konsekuensi tersebut menjadi stimulus sebagian pemain ML untuk serius dan fokus memainkan ML dalam mode Rank. Ketika main mode Rank, mata, tangan, bahkan tubuh seakan tenggelam ke dalam jalur-jalur yang ada didalam pertarungan. Consciousnes pemain tersebut berada didalam pertarungan baik yang sedang Jungle, mempertahankan turret, atau bahkan yg sedang 'War' dengan musuh. Konsentrasi penuh diberikan hingga dapat mengabaikan hal-hal disekitar, bahkan ketika ada teman yg ingin minta tolong, bertanya, dan sejenisnya cenderung di Reject (ditolak). Hal yg cukup menyebalkan ketika ada telepon masuk saat-saat pertarungan di mode Rank.

Ada rasa kesal, marah, dan ingin bilang "aku lagi fokus nieh" disaat bermain ML terkhusus ketika memainkan mode Rank. Perasaan tersebut menunjukkan sikap Solitude (kesendirian), yaitu sikap yg cenderung lebih menyenangkan dalam keadaan sendiri. Ya, menyendiri yg menyenangkan saat-saat bermain ML. Hal itu juga sama berpengaruhnya ketika main ML dengan teman yg lain, Solitude berjamaan, bisa di bilang seperti itu.

Kapan Solitude berakhir? Berakhir ketika Hero kita dibunuh yg menunggu jeda kebangkitan kurang dari satu menit. Selama kurang dari satu menit itulah kita mulai aware dengan lingkungan sekitar. Hal tersebut disebabkan pemain tidak bisa melakukan apa-apa ketika Hero nya telah dibunuh, sehingga melakukan tindakan lainya baik mengamati lingkungan sekitar (dunia nyata) atau berkomunikasi dengan tim yg lain untuk jalanya peperangan maupun menyusun strategi untuk memenangkan pertandingan.

Seringkali penulis merasa kesal ketika Hero terbunuh, apalagi jika Hero tersebut terbunuh disebabkan distract lingkungan sekitar. Rasa kesal tersebut akan beranjak menuju marah. Hal itu menjadi kecenderungan para pemain ML "undistracting".


@Time Wasted

Ketika saya bermain ML secara serius untuk menaikkan Rank dari Master ke Legend membutuhkan waktu 24 hari tidak intens. Selama push Rank tersebut saya menghabiskan waktu lebih kurang 1300-an menit atau sekitar 22 jam. Waktu yg sangat banyak dalam mencapai rank Legend Grade V.

Ketika saya push Rank tersebut, saya jugak melakukan tindakan membaca buku. Buku yg saya baca dari buku saku hingga buku pegangan. Buku saku yg ukuran tinggi empat jari dapat saya baca 50 halaman per jamnya. Buku tersebut berjumlah 300-an halaman yg saya habiskan dalam waktu 3 hari. Maka, saya menghabiskan 6 jam menghabiskan buku saku tersebut. Sedang buku pegangan yg ukuran B4 membutuhkan waktu 1.5 jam untuk membaca 50 halaman. Baik, kita patok pada buku saku 50 halaman per jamnya, maka waktu yg saya habiskan main ML (22 jam) sama dengan saya membaca buku 1110 halaman.

Apabila buku normalnya berisi 250 halaman, saya dapat membaca hingga 4 buku sama dengan perjalanan dari rank Master ke Legend. Maka, waktu yang saya habiskan push Rank Master ke Legend dapat mengupgrade keilmuan dibidang yang saya geluti; pendidikan. Yahh.. lebih seru main ML dibanding baca buku, tentunya. Ye kan! 


Itulah pendapat saya selama memainkan gim ML tersebut, banyak yang saya dapati meski sedikit yg saya pahami. Main ML sejauh tidak ada larangan tapi jangan berinjak pada hal yg dimakruhkan. Karena, setiap hal yg makruh daapt menghantar kan diri ini kepada hal yg haram. Kenali batasan dalam bermain gim, serta tentukan tujuan Anda bermain gim. Don't waste your time but make a percious time.!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rewrite = Rekonstruksi Pikiran

Hujan turun dekat rumah, merenung dengan pasrah, mengapa cara diri berpikir tidak berubah dan terarah. Saya coba yakinkan diri bahwa itu adalah ilusi, godaan setan untuk mengecilkan diri. Saya rasa-rasa lagi, itu bukan sekedar was-was maupun ilusi sesaat ketika melihat diri tidak begitu kritis terhadap segala situasi. Ketika terjadinya agresi AS+Israel Vs Iran, diri ini memilih diam, tidak memihak salah satu atau mencenderungkan diri ke salah satu. Ketika terjadinya bencana yang melanda wilayah Sumatera, diri ini juga tidak memberikan kritik ataupun analisis tajam terhadap kejadian tersebut. Sehingga, diri ini seperti apatis terhadap kejadian diluar kemampuan untuk membantu dan menanganinya. Termasuk melakukan analitis terstruktur terhadap beragam problematika yang melanda dalam maupun luar negeri.  Menulis merupakan cara bagi saya untuk memulai kembali dan menajamkan lagi cara berpikir dan apa yang kita pikir. Melalui apa yang kita pikirkan, kita membatasi bahasan dan tema-tema ya...

Kematian adalah Kehilangan yang Menyadarkan

 Kemarin malam, saat menunggu iqamah sholat isya, imam yang biasa pimpin sholat tiba-tiba maju ke shaf depan. Saya kira imam tersebut akan memberlangsungkan iqamah, namun justru mengumumkan sesuatu. Pengumuman bahwasanya tetangga kami, RW, meninggal dunia secara mendadak. Saya pun tertegun mendengar pengumuman tersebut, mendengar bahwa tetangga kami yang terlihat sehat, kemudian tiba-tiba sakit dan terjatuh. Sempat dibawa ke Rumah Sakit, Qadarullah, meninggal dunia. Saya pun menghela nafas, kenapa begitu cepatnya tetangga kami dipanggil Allah. Hal ini pun dirasakan oleh imam yang memimpin sholat, terisak tangis yang terdengar dalam lantunan ayat yg begitu berat terucap.  Hari ini, tetangga sekaligus keluarga kami di kuburkan. Karena tuntutan pekerjaan, saya hanya sempat takziah sebentar tanpa bisa ikut melakukan pemulasaraan jenazah maupun ikut mensholatkan. Namun, rasanya begitu berat, tetangga kami, yang biasa ikut sholat berjamaah, sekarang sudah tiada. Mungkin inilah yang ...

Memahami Bisnis Dengan Baik #2

 Kemarin malam saya mulai menulis tentang  Memahami Bisnis Dengan Baik  yang berujung pada kesimpulan bahwa "Bisnis tidak pernah lepas dari manusia serta cara pandangnya terhadap barang/jasa". Malam ini pernyataan saya tersebut terbukti dari seorang pebisnis yang bercerita tentang pengalaman bangun jatuhnya mengawali bisnis. Cerita pebisnis tersebut dapat Anda simak pada  Link ini  yang punya Kampoeng Timoer. Pebisnis tersebut yang juga dikenal dengan produknya "Crab" suatu cemilan yang berbahan baku kepiting. Awal Filsa berbisnis yaitu membuka warung "Ayam Kalasan". Warung khas Jawa yang menjual banyak makanan manis. Warung tersebut terletak dipinggir jalan raya, namun warung tersebut tidak bertahan lama hingga akhirnya tutup.  Singkat cerita, Filsa punya modal Rp. 100.000 hasil dari menggadai cincin pernikahan untuk membelikan kebutuhan-kebutuhan mendesak, seperti beras, susu, dan lainya. Modal tersebut dipikir dengan keras oleh Filsa agar dapat bertahan...