Langsung ke konten utama

Resensi buku "Pengantar Fiqh Jual Beli"


Resensi buku "Pengantar Fiqh Jual Beli" oleh Syarif H.Z

Identitas Buku
Judul Buku: Pengantar Fiqih Jual Beli
Pengarang buku: Ammi Nur Baits
Penerbit buku: KPMI JOGJA
Cetakan : I
Tebal buku : 103 Halaman
Tahun terbit : 2016

Sinopsis Resensi Buku

Jual beli adalah suatu hal yg kita lakukan hampir setiap hari. Dimanapun kita, kebutuhan jual beli sangat erat dengan kehidupan.

Buku ini sebagai suatu pengantar yang berisikan garis besar tentang "fiqh jual beli" pastinya sesuai dengan syari'at Islam.

Diawal pembahasan kita membahas tentang rukun Jual beli, lalu ada syarat dan sebagainya. Sehingga kita bisa memahami bagaimana jual beli yg benar sesuai dengan Islam.

Dipembahasan akhir mengulas tentang riba. Apa itu riba, bagaimana asal muasalnya, hingga riba zaman sekarang. Meski pembahasannya hanya secara umum tidak mendetail.

Dalam buku ini di muat juga contoh2 setelah suatu pembahasan diulaa, sehingga kita bisa mendapati realitas dari "jual beli" yg dibahas.


Kelebihan
Dalam buku ini memuat sumber Al-Qur'an dan Hadits yang sesuai dengan pembahasan.
Mendahulukan dalil dari argumen atau pandangan sehingga cenderung mengikuti dalil dri isi pembahasan.


Kekurangan
Dalam buku ini ada beberapa pembahasan yang tidak ada contoh kasusnya.
Ada juga penyampaian dalil namun tidak diberi penjelasan kaitan dalil dengan pembahasan sehingga seakan tidak nyambung.
Ada beberapa pembahasan yang terulang, yg harusnya ada di pertengahan namun dibahas lgi diakhir.
Ada beberapa kata yg masih asing (mungkin karena pake bahasa arab) sehingga dalam membacanya kadang tidak mengerti kata tersebut sehingga membuat satu kalimat sukar dipahami.

Terima kasih banyak.
Semoga ilmu yang didapat bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rewrite = Rekonstruksi Pikiran

Hujan turun dekat rumah, merenung dengan pasrah, mengapa cara diri berpikir tidak berubah dan terarah. Saya coba yakinkan diri bahwa itu adalah ilusi, godaan setan untuk mengecilkan diri. Saya rasa-rasa lagi, itu bukan sekedar was-was maupun ilusi sesaat ketika melihat diri tidak begitu kritis terhadap segala situasi. Ketika terjadinya agresi AS+Israel Vs Iran, diri ini memilih diam, tidak memihak salah satu atau mencenderungkan diri ke salah satu. Ketika terjadinya bencana yang melanda wilayah Sumatera, diri ini juga tidak memberikan kritik ataupun analisis tajam terhadap kejadian tersebut. Sehingga, diri ini seperti apatis terhadap kejadian diluar kemampuan untuk membantu dan menanganinya. Termasuk melakukan analitis terstruktur terhadap beragam problematika yang melanda dalam maupun luar negeri.  Menulis merupakan cara bagi saya untuk memulai kembali dan menajamkan lagi cara berpikir dan apa yang kita pikir. Melalui apa yang kita pikirkan, kita membatasi bahasan dan tema-tema ya...

Kematian adalah Kehilangan yang Menyadarkan

 Kemarin malam, saat menunggu iqamah sholat isya, imam yang biasa pimpin sholat tiba-tiba maju ke shaf depan. Saya kira imam tersebut akan memberlangsungkan iqamah, namun justru mengumumkan sesuatu. Pengumuman bahwasanya tetangga kami, RW, meninggal dunia secara mendadak. Saya pun tertegun mendengar pengumuman tersebut, mendengar bahwa tetangga kami yang terlihat sehat, kemudian tiba-tiba sakit dan terjatuh. Sempat dibawa ke Rumah Sakit, Qadarullah, meninggal dunia. Saya pun menghela nafas, kenapa begitu cepatnya tetangga kami dipanggil Allah. Hal ini pun dirasakan oleh imam yang memimpin sholat, terisak tangis yang terdengar dalam lantunan ayat yg begitu berat terucap.  Hari ini, tetangga sekaligus keluarga kami di kuburkan. Karena tuntutan pekerjaan, saya hanya sempat takziah sebentar tanpa bisa ikut melakukan pemulasaraan jenazah maupun ikut mensholatkan. Namun, rasanya begitu berat, tetangga kami, yang biasa ikut sholat berjamaah, sekarang sudah tiada. Mungkin inilah yang ...

Memahami Bisnis Dengan Baik #2

 Kemarin malam saya mulai menulis tentang  Memahami Bisnis Dengan Baik  yang berujung pada kesimpulan bahwa "Bisnis tidak pernah lepas dari manusia serta cara pandangnya terhadap barang/jasa". Malam ini pernyataan saya tersebut terbukti dari seorang pebisnis yang bercerita tentang pengalaman bangun jatuhnya mengawali bisnis. Cerita pebisnis tersebut dapat Anda simak pada  Link ini  yang punya Kampoeng Timoer. Pebisnis tersebut yang juga dikenal dengan produknya "Crab" suatu cemilan yang berbahan baku kepiting. Awal Filsa berbisnis yaitu membuka warung "Ayam Kalasan". Warung khas Jawa yang menjual banyak makanan manis. Warung tersebut terletak dipinggir jalan raya, namun warung tersebut tidak bertahan lama hingga akhirnya tutup.  Singkat cerita, Filsa punya modal Rp. 100.000 hasil dari menggadai cincin pernikahan untuk membelikan kebutuhan-kebutuhan mendesak, seperti beras, susu, dan lainya. Modal tersebut dipikir dengan keras oleh Filsa agar dapat bertahan...