Langsung ke konten utama

“Wanita putih tinggal dipantai dan perkembangan teknologi itu aneh”


Pada suatu hari, tepatnya siang hari dan terik matahari aku lihat sesuatu yang aneh, sesuatu yang tidak biasa aku lihat. Ketika dipantai aku liat seorang wanita yang berkulit putih usia diperkirakan 20 tahun ke atas datang menghampiri para nelayan yang sedang mengumpulkan ikan ditepi pantai. Dia datang dan melihat-lihat ikan yang didapat oleh para nelayan. Hal yang membuat dia aneh adalah warna kulitnya, aku terkejut karena ternyata ada wanita yang tinggal di pinggir pantai namun warna kulitnya putih tidak cokelat maupun hitam. Padahal biasanya orang yang tinggal di pinggir pantai berkulit cokelat ke hitam-hitaman karena di pantai itu terik mataharinya bisa membuat perubahan pada warna kulit walaupun hanya sebentar berjemur.

Selain itu, keanehan yang saya dapati itu pada teknologi salah satunya adalah handphone. Handphone dalam bahasa internasional English Language adalah Hand = tangan dan Phone = Telepon. Definisi tentang handphone masih belum diteliti para cendekiawan dalam desertasinya jadi saya mendifinisikannya sendiri. Ketika kata hand dan kata phone disambung menjadilah artinya “telepon genggam”. Handphone ini sebenarnya hanya mempunyai 2 fungsi utama pada awal perkembangannya, yakni sebagai penyampai informasi lewat suara dan penyampai kata-kata lewat sms (padahal sama saja ‘-_- ya  ).  Tetapi dunia terus berputar dan teknologi pun ikut berputar melakukan perubahan, salah satunya perubahan terhadap Handphone. Handphone berubah pada bentuk dan isi yang mana keanehan tersebut mulai muncul.

Keanehannya yakni pada handphone mulai ada konten “musik” (lah kok aneh, jgn2 penulis yg ‘-_- aneh). Keanehan tersebut ialah mulai bertambahnya musik sebagai konten yang dapat memutar musik dalam bentuk Mp3, padahal sebelum ada konten tersebut adalah masa bumingnya kaset tape yang dapat memutar musik di tape recorder (‘-_- penulis pasti lupa lagi nama pemutar kaset tapenya), sehingga penjualan kaset tape turun drastis bahkan sudah tidak payu lagi karena ada handphone berisikan konten musik yang ketika menginginkan suatu lagu tinggal ke toko ponsel minta masukin lagunya. Jika kita cermati lebih mendalam, keanehan tersebut ada pada perkembangan teknologi komunikasi (handphone) menjatuhkan industri yang lain (Kaset tape). Sehingga perkembangan teknologi itu seperti membutuhkan tumbal atau sesajin buat dikorbankan, fenomenal.
Bila lebih dicermati lagi, penulisnya sepertinya yang aneh ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rewrite = Rekonstruksi Pikiran

Hujan turun dekat rumah, merenung dengan pasrah, mengapa cara diri berpikir tidak berubah dan terarah. Saya coba yakinkan diri bahwa itu adalah ilusi, godaan setan untuk mengecilkan diri. Saya rasa-rasa lagi, itu bukan sekedar was-was maupun ilusi sesaat ketika melihat diri tidak begitu kritis terhadap segala situasi. Ketika terjadinya agresi AS+Israel Vs Iran, diri ini memilih diam, tidak memihak salah satu atau mencenderungkan diri ke salah satu. Ketika terjadinya bencana yang melanda wilayah Sumatera, diri ini juga tidak memberikan kritik ataupun analisis tajam terhadap kejadian tersebut. Sehingga, diri ini seperti apatis terhadap kejadian diluar kemampuan untuk membantu dan menanganinya. Termasuk melakukan analitis terstruktur terhadap beragam problematika yang melanda dalam maupun luar negeri.  Menulis merupakan cara bagi saya untuk memulai kembali dan menajamkan lagi cara berpikir dan apa yang kita pikir. Melalui apa yang kita pikirkan, kita membatasi bahasan dan tema-tema ya...

Kematian adalah Kehilangan yang Menyadarkan

 Kemarin malam, saat menunggu iqamah sholat isya, imam yang biasa pimpin sholat tiba-tiba maju ke shaf depan. Saya kira imam tersebut akan memberlangsungkan iqamah, namun justru mengumumkan sesuatu. Pengumuman bahwasanya tetangga kami, RW, meninggal dunia secara mendadak. Saya pun tertegun mendengar pengumuman tersebut, mendengar bahwa tetangga kami yang terlihat sehat, kemudian tiba-tiba sakit dan terjatuh. Sempat dibawa ke Rumah Sakit, Qadarullah, meninggal dunia. Saya pun menghela nafas, kenapa begitu cepatnya tetangga kami dipanggil Allah. Hal ini pun dirasakan oleh imam yang memimpin sholat, terisak tangis yang terdengar dalam lantunan ayat yg begitu berat terucap.  Hari ini, tetangga sekaligus keluarga kami di kuburkan. Karena tuntutan pekerjaan, saya hanya sempat takziah sebentar tanpa bisa ikut melakukan pemulasaraan jenazah maupun ikut mensholatkan. Namun, rasanya begitu berat, tetangga kami, yang biasa ikut sholat berjamaah, sekarang sudah tiada. Mungkin inilah yang ...

Memahami Bisnis Dengan Baik #2

 Kemarin malam saya mulai menulis tentang  Memahami Bisnis Dengan Baik  yang berujung pada kesimpulan bahwa "Bisnis tidak pernah lepas dari manusia serta cara pandangnya terhadap barang/jasa". Malam ini pernyataan saya tersebut terbukti dari seorang pebisnis yang bercerita tentang pengalaman bangun jatuhnya mengawali bisnis. Cerita pebisnis tersebut dapat Anda simak pada  Link ini  yang punya Kampoeng Timoer. Pebisnis tersebut yang juga dikenal dengan produknya "Crab" suatu cemilan yang berbahan baku kepiting. Awal Filsa berbisnis yaitu membuka warung "Ayam Kalasan". Warung khas Jawa yang menjual banyak makanan manis. Warung tersebut terletak dipinggir jalan raya, namun warung tersebut tidak bertahan lama hingga akhirnya tutup.  Singkat cerita, Filsa punya modal Rp. 100.000 hasil dari menggadai cincin pernikahan untuk membelikan kebutuhan-kebutuhan mendesak, seperti beras, susu, dan lainya. Modal tersebut dipikir dengan keras oleh Filsa agar dapat bertahan...